Organisasi Bisnis
ABSTRAK
Amelia
Syamsuri, 1EB36. Makalah. Jurusan Akuntansi. Program Studi Pengantar
Bisnis. Fakultas Ekonomi. Universitas Gunadarma.
Makalah yang berjudul “Organisasi Bisnis” ini membahas keseluruhan
bentuk-bentuk organisasi. Dibuatnya makalah ini, dilatar belakangi karena masih
banyak masyarakat umum yang belum mengetahui apa saja bentuk-bentuk organisasi
bisnis dan bagaimana cara bila ingin mendirikan suatu usaha bisnis.
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Bisnis merupakan aktivitas yang selalu ada di
sekitar kita dan dikenal oleh kaum muda hingga kaum tua. Pada era globalisasi
saat ini, masyarakat indonesia khususnya para mahasiswa masih bingung dengan
manfaat dan tujuan dari bisnis tersebut. Padahal, kalau kita memahami apa
bisnis tersebut, kita akan mendapatkan keuntungan yang kita inginkan dalam
aktivitas bisnis tersebut. Bangsa Indonesia, merupakan bangsa yang memiliki
kekayaan alam yang melimpah jika kita tidak pandai mengatur itu semua, maka
bangsa kita akan jatuh ke dalam keterpurukan dalam hal perekonomian, kemiskinan
dan menjadikan negeri kita gagal atau miskin. Pasti sebagai rakyat indonesia
kita mau jika hal tersebut terjadi di negara yang kita cintai.
Dilihat dari pertumbuhan ekonomi kita saat ini, jumlah
pengangguran di Indonesia menduduki angka yang sangat fantastis. Namun,
pemerintah belum bisa mengatasi problema tersebut. Jika adanya pasar kerja yang
dibuka, masyarakat berbondong-bondong untuk menjadi pegawai negeri yang
impikan, tetapi pekerjaan kita tidak hanya pegawai negeri saja masih
banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan misalnya pewirausaha atau pengusaha.
Maka dari itu, penulis ingin membahas makalah ini yang
berjudul “ Menganalisa Mengapa generasi muda harus belajar berbisnis dalam
kehidupan kita saat ini ’’ yang menjadi salah satu topik pembahasan penulis.
Penulis berusaha untuk menyusun makalah ini semenarik mungkin agar para
masyarakat khusunya mahasiswa dan pelajar lainnya dapat menyukai makalah ini.
Sehingga, mahasiswa dapat mengenal dan mengerti serta dapat menambah
wawasan dalam berbisnis tentunya.
Perumusan Masalah
Di dalam perumusan masalah ini antara lain adalah sebagai
berikut :
1. Apakah
yang menjadi masalah di dalam Bisnis ?
2. Strategi
apa yang dapat dilakukan dalam berbisnis ?
a. Bisnis
dan lingkungannya
a) Menjelaskan Bisnis
dan Lingkungannya
b) Menjelaskan Bisnis
dan Sistem Ekonomi
c) Menjelaskan Etika
Bisnis
b.
Bentuk Organisasi dan Kerja Sama Bisnis
a. Menjelaskan
bentuk-bentuk badan usaha dan badan usaha lain beserta ciri, kekurangan dan
kelebihannya. Serta menjelaskan kerja sama bisnis yang dapat dilakukan sebagi
bentuk pengembangan organisasi.
b. Menjelaskan
maksud,tujuan, dan penyusunan strategi perusahaan . menyebutkan proses
manajemen, tingkat manajemen, menyebuutkan lingkup manajemen diberbagai bidang,
dan menyebutkan keahlian seorang menejer diberbagai bidang.
c. Menyebutkan
konsep dan pengertian kewirausahaan. Menjelaskan karakteristik, sifat, dan
integritas seoarang wirausaha. Menyebutkan factor-faktor motivasi seseorang
menjadi wirausaha. Menyebutkan pengertian,hubungan, dan bentuk usaha kecil dan
kewirausahaan. Menyebutkan beberapa alasan keberhasilan, kegagalan, dan
perencanaan strategis usaha kecil.
LANDASAN
TEORI
1. Teori
tentang Bisnis dan Lingkungannya
Pengertian
Bisnis
Secara terminologis, bisnis merupakan sebuah
kegiatan atau usaha. Bisnis dapat pula diartikan sebagai aktivitas terpadu yang
meliputi pertukaran barang, jasa atau uang yang dilakukan oleh dua pihak atau
lebih dengan maksud memperoleh manfaat atau keuntungan. Dengan demikian, bisnis
merupakan proses social yang dilakukan oleh setiap individu atau kelompok
melalui proses penciptaan dan pertukaran kebutuhan dan keinginan akan suatu
produk tertentu yang memiliki nilai atau memperoleh manfaat atau keuntungan.
Mempelajari bisnis berarti menelaah sejarah
kehidupan manusia dan lingkungannya dan memenuhi kebutuhan dan keinginan yang
tidak terbatas dengan sumber sumber yang terbatas. Kegiatan bisnis merupakan
sebuah system operasional yang sangat terkait dengan lingkungan di sekitarnya.
Dalam masyarakat yang semakin terbuka kegiatan bisnis harus mampu bersikap
fleksibel dan beradaptasi dengan perubahan yang ada oleh karena itu,
mempelajari bisnis sama artinya dengan mempelajari cara manusia dalam memenuhi
kebutuhan dan keinginan dalam suatu lingkungan dengan sumber yang terbatas.
Lingkungan
Bisnis
Sebagai sebuah system, perusahan sangat
terkait dengan lingkungannya. Perusahaan sebagai system berarti sebagai unit
yag terdiri dari subsistem, seperti sumber sumber ekonomi, kegiatan perusahaan
dan lingkungan perusahaan yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan
tertentu. Lingkungan bisnis memiliki ketergantungan yang kuat dengan kondisi
ekonomi, industry dan kepentingan dalam anaggota masyarakat yang
lainnya.berdasarkan tingkat pengaruh pada perusahaan maka lingkungan bisnis
dapat dibedakan menjadi 2, yaitu lingkungan internal dan lingkungan
eksternal.
1.
Lingkungan
Internal
Lingkungan
internal adalah sumber daya manusia dan fisik yang mempengaruhi kinerja bisnis
secara
2.
Lingkungan
Eksternal
Lingkungan
eksternal adalah institusi atau kekuatan luar yang potensial mempengaruhi
kinerja organisasi.
3.
Lingkungan
umum
2. Teori
tentang Bentuk Organisasi dan Kerja Sama Bisnis
ü Bentuk
organisasi dan kerja sama bisnis
ü Proses
manajemen
ü Kewirausahaan
( enterprenership)
3. Teori
tentang Pengelolaan produksi atau Operasi dalam Bisnis
1.
Pengertian Produksi
Produksi
merupakan salah satu kegiatan yang berhubungan erat dengan kegiatan ekonomi.
Melalui proses produksi bisa dihasilkan berbagai macam barang yang dibutuhkan
oleh manusia. Tingkat produksi juga dijadikan sebagai patokan penilaian atas
tingkat kesejahteraan suatu negara. Jadi tidak heran bila setiap negara
berlomba - lomba meningkatkan hasil produksi secara global untuk meningkatkan
pendapatan perkapitanya.
Produk
sebagai hasil dari proses produksi dapat memenuhi empat dasar kebutuhan yaitu
sebagai berikut :
a. Utilitas Waktu.
b. Utilitas Tempat.
c. Utilitas Kepemilikan.
d. Utilitas Bentuk.
METODOLOGI
PENELITIAN
Metode makalah ini dengan cara mengumpulkan berbagai informasi yang bersumber
dari beberapa dan internet. Berdasarkan hasil pencarian organisasi bisnis dari
berbagai sumber buku dan internet. Hal itu sangat penting untuk diketahui oleh
masyarakat umum yang ingin mendirikan suatu usaha supaya mengetahui apa saja
yang diperlukan untuk mendirikan suatu usaha bisnis.
PEMBAHASAN
Suatu lembaga bisnis adalah badan hokum yang menggunakan dan
mengkoordinir sumber-sumber ekonomi untuk menydiakan barang dan jasa yang dapat
memuaskan kebutuhan masyarakat dengan cara yang menguntungkan.
Bisnis adalah aktivitas terpadu yang meliputi petukaran
produk atau uang yang dilakukan oleh lebih dar dua pihak dengan maksud
memperoleh manfaat atau keuntungan.
Perusahaan adalah organisasi bisnis yang dijalankan dalam rangka memenuhi
kebutuhan dan keinginan pasar / konsumen untuk mendapatkan keuntungan dan
menjaga kelangsungan hidup sumber daya alam dan lingkungan sosial.
Dalam memenuhi
kebutuhan dan keinginan masyarakat atau konsumen, perusahaan menggunakan
sumber-sumber ekonomi sebagai berikut :
a.
Manusia
b.
Modal/uang
c.
Material
d.
Mesin
e.
Metode
Lingkungan bisnis adalah faktor-faktor ekstrim yang memepngaruhi
perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Dikelompokkan menurut lingkungan
ekonomi, industry dan global
Faktor lingkungan
perusahaan terdiri dari :
1. Lingkungan
umum perusahaan
a.
Politik
Terkait
dengan kekuatan politil, sifat organisasi politik, system kepartaian, dll. Yang
mempengaruhi aktivitas perusahaan.
b.
Social politik
Struktur
golongab yang ada dimasyarakat dapat mempengaruhi perkembangan perusahaan
termasuk sifat dan perkembangan dari lembaga sosial.
c.
Hokum
System
hukum yang berlaku disuatu negara terkait dengan aktivitas perusahaan seperti
hokum perdata
d.
Perekonomoian
System
perekonomian akan mempengaruhi berbagai aspek ekonomi dimasyarakat seperti
system kepemilikan perusaaan, system perpajakan, system nilai tukar, system
perbankan, struktur tenaga kera produktif, tingkat investasi, pola konsumsi,
daya beli masyarakat, dll
e.
Kebudayaan
Latar
belakang sejarah suatu masyarakat dimana perusahaan beraktivitas akan
berpengaruh terhadap bagaimana perusahaan menyediakan barang dan jasa.
f.
Pendidikan secara
formal maupun non formal akan mempengaruhi tingkat keahlian khusus pada
masyarakat.
g.
Teknologi
Teknologi
merupakan hal yang sangat penting baik di bidang pertanian, perhubungan,
informasi dan bidang lain.
h.
Demigrafi
Struktur
demografi kependudukan akan dapat memepngerauhi bagaimana ketersediaan tenaga
kerja usia produktif bagi perusahaan.
2. Lingkungan khusus perusahaan
a. Pemasokan
b. Pelanggan
c. Persaingan
System
pereknomian
1.
Kapitalisme
·
Kapitalis seseorang bebas untuk memilih
kekayaan, bebas memilih dan membuat barang dan jasa.
·
4 sifat pokok kapitalis:
a. Hak
milik atas barang modal/ alat produksi berada ditangan perorangan.
b. Prinsi[
ekonomi pasar, jadi harga ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran
(ekonomi pasar)
c. Persaingan
bebas dijabarkan :
· Kebebasan
berdgang dan mempunyai pekerjaan
· Kebebasan
untuk mengadakan kontrak
· Kebebasan
hak milik
· Kebebasan
untuk menghasilkan keuntungan
d. Prinsip
keuntungan, mereka hanya menjalankan usaha yang menguntungkan, jadi tidak ada
fungsi sosialnya.
2. Sosialisme
Ciri-ciri:
1. ekonomi
kesejahteraan
2. lebih
banyak sifat anjuran daripada perintah
3. pmerintah
mendorong kegiatan ekonomi
4. nasionalisme
hanya dijalankan bila pemilikan umum akan lebih bermanfaat bagi kesejahteraan
bangsa disbanding pemilikan perseorangan.
3. Fasisme
Pemerinah
memiliki semua industro, individu yang ingin berusaha harus dapat persetujuan/
izin pemerintah meskipun ada kebebasan meilih tempat usaha.
4. Komunisme
Usaha
individu ditentukan pemerintah dan harus untuk kepentingan masyarakat secara
keseluruhan. Indonesia menganut system perekonomian yang disebut demokrasi
ekonomi, dengan cirri-ciri sebagai berikut:
a) Perekonomian
disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekelurahan
b) Cabang-cabang
produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak
dikuasai oleh negara.
c) Bumi,
air dan kekayaan alam yang terkandung didalam dikuasai oleh negara dan
dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
d) Sumber
kekayaan negara dipergunakan dengan permufaatan lembaga perwakilan rakyat serta
pengawasan terhadap kebijakan ada pada lembaga perwakilan rakyat.
e) Warga
negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta
mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
f) Ha
milik perorangan diaakuin dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan
kepentingan masyarakat.
g) Potensi,
inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam
batas yang tidak merugikan kepentingan umum
h) Fakir
miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
1.
Bisnis dan Lingkungannya
Dalam masyarakat yang makin bergerak maju,
organisasi harus dikelola secara efektif dan efisien. Oleh sebab itu, dalam
rangka mencapai tujuan, peran organisasi yang optimal sangat dibutuhkan. Pada
dasarnya, organisasi yang mengelola interaksi masyarakat dapat dibedakan
menjadi organisasi profit dan non profit. Organisasi nonprofit lebih
berorientasi pada tujuan nilai sosial ( social value ) dengan
lebih menekankan kegiatan pelayanan pada kelompok masyarakat. Organisasi yang
terdiri dari organisasi profesi, keagamaan, politik, kebudayaan yang memiliki
visi dan misi yang berbeda-beda. Contoh organisasi nonprofit adalah LBH. LSM,
Komnas HAM, dan sebagainya. Sedangkan organisasi bisnis lebih menekankan pada
tujuan profit atau keuntungan, karena dengan keuntungan itu organisasi bisnis
dapat mempertahankan kelangsungan operasinya. Apa yang dimaksud dengan bisnis? Mengapa
mempelajari bisnis dan mengapa keberadaan bisnis menjadi begitu penting? Secara
terminologis, bisnis merupakan sebuah kegiatan atau usaha. Bisnis dapat pula
diartikan sebagai aktivitas terpadu yang meliputi pertukaran barang, jasa, atau
uang yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dengan maksud untuk memperoleh
manfaat atau keuntungan. Dengan demikian, bisnis merupakan proses sosial yang
dilakukan oleh setiap individu atau kelompok melalui proses penciptaan dan
pertukaran kebutuhan dan kegiatan akan suatu produk tertentu yang memiliki
nilai atau memperoleh manfaat atau keuntungan.
Organisasi bisnis yang dijalankan dalam
rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar konsumen untuk mendapatkan
keuntungan, dikenal dengan istilah perusahaan. Dalam perkembangan selanjutnya,
organisasi bisnis tidak hanya menjaga tingkat keuntungan tertentu melainkan
juga berkepentingan untuk menjaga kelangsungan hidup sumber daya alam dan
lingkungan sosial ( social responsibility ). Tantangan dalam
dunia bisnis tidak hanya datang dari persaingan industri, tetapi juga dari
kebijakan pemerintah atau organisasi internasional. Organisasi bisnis dalam hal
ini sangat terkait dengan perekonomian dan sistem ekonomi. Perkembanngan dan
kemajuan ekonomi dipengaruhi oleh cara kerja sistem ekonomi tersebut.
2.
Lingkungan Bisnis
Sebagai suatu sistem, perusahaan sanngat terkait dengan
aktivitas publik lainnya. Pengelolaan bisnis menjadi semakin kompleks seiring
dengan perkembanngan ekonomi. Perkembangan dalam sistem mekanisme industrial
telah memberikan implikasikasi pada organisasi bisnis atau perusahaan.
Alternatif-alternatif dan kesempatan lebih banyak terbuka untuk mencapai tujuan
organisasi. Berdasarkan skala penngaruh, maka lingkunngan bisnis dapat
dibedakan menjadi lingkunngan mikro dan lingkungan makro.
Pengelolaan dengan cara kerja perusahaan-perusahaan
modern sangat berbeda setelah pasca depresi besar perekonomian tahun 1930-an.
Lingkungan bisnis memiliki ketergantungan yang kuat dengan fenomena kehidupan
ekonomi anggota masyarakat yang lainnya. Karena lingkungan itulah, bisnis
mempunyai kepentinngan untuk mengelola pihak pihak yang berasal dari berbagai
latar belakang (sosial, budaya, dan politik) yang berbeda. Bisnis yang terkait
dengan opini publik atau anggota masyarakat banyak dipengaruhi oleh aktivitas
bisnis itu sendiri. Pihak yang dipengaruhi oleh lingkungan bisnis disebut
dengan stake-holders. Mennnurut Frederick, Post dan
Davis, stake-holders adalah semua pihak yang dipengaruhi oleh
aktivitas bisnis, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Primary stake-holders merupakan pihak yang secara langsung dipengaruhi oleh kebijakan, produk, dan aktivitas perusahaan. Primary stake-holders sering juga disebut sebagai market driven. Mereka terdiri dari para pelanggan/konsumen, pemasok, karyawan, investor, dan pesaing. Pemilik atau para pemegang saham merupakan pihak yang berkepentingan dalam mempengaruhi penilaian atas perusahaan. Penilaian tersebut menyangkut besarnya harapan memperoleh keuntungan atas keputusan investasi yanng akan dilakukannya pada masa yang akan datang.
Perusahaan tidak hanya berhubungan dengan masyarakat melalui berbagai kebijakan yanng dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan misinya. Pada tingkat tertentu, perusahaan juga berhubungan dengan masyarakat melalui “aktivitas lapis kedua”. Aktivitas-aktivitas ini tidak secara langsunng berhubungan dengan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan dan misi, melainkan sebagai konsekuensi atas aktivitas-aktivitas yang mengarah pada pencapaian tujuan dan misi tersebut. Pihak-pihak atau kelompok-kelompok yang dipengaruhi oleh “aktivitas lapis kedua” perusahaan disebut secondary stake-holders.
Organisasi bisnis yang pedulli akan keadaan lingkungan
eksternalnya akan selalu melakukan penyesuaian lingkungan internal sesuai
dengan perubahan yang terjadi. Penyesuaian-penyesuaian ini perlu dilakukan agar
organisasi bisnis dapat selalu menciptakan keseimbangan dengan lingnkungan
eksternalnya. Karena lingkungan eksternal selalu berubah, maka organisasi
bisnis atau lingkungan internal juga harus selalu berubah. Perubahan yang harus
disesuaikan dengan arah perkembangan lingkungan eksternal, sehingga tercipta
keseimbangan yang dinamis.
Menurut Kast dan Rosenzweig (1979), suatu organisasi
(profit dan nonprofit) dapat dipandang sebagai suatu sistem sosioteknikal.
Menurut pandangan ini, organisasi memiliki lima subsistem yaitu subsistem
tujuan dan nilai-nilai(goals and values subsistem), subsistem
teknikal technical subsistem), subsistem struktural (structural
subsistem),subsistem psikososial (psychosocial subsistem), dan
subsistem manajerial (managerial subsistem). Subsistem
manajerial memiliki fungsi untuk memadukan segenap subsistem yang lainnya.
Organisasi
atau bisnis dapat juga dipandang sebagai suatu sistem tranformasi. Sebagai
suatu sistem transformasi, bisnis memiliki beberapa subsistem, yaitu subsistem
input, proses, dan output. Pandangan ini sangat bermanfaat untuk menganalisis
problem-problem yang berkaitan dengan output (produk atau jasa) dari organisasi
bisnis (perusahaan). Produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan mungkin
tidak laku dipasar karena kualitasnya terlalu rendah dibandingkan produk para
pesaing. Untuk meningkatkan daya saing, produk atau jasa perlu ditingkatkan
kualitasnya. Proses ini dapat ditempuh melalui dua cara utama, yaitu dengan
meningkatkan kualitas input dan memperbaiki proses transformasi dari input
menjadi output.
3.
Bentuk organisasi dan kerja sama bisnis
Ketika
kita ingin memulai suatu bisnis , kita perlu memahami dulu bentuk organisai dan
kerja sama bisnis.
1.
Perusahaan
perseroan
Perusahaan
perseroan adalah perusahaan yang dimiliki satu individu, tapi pada praktiknya
bias juga merupakan perusahaan keluarga.
Kelebihan
perusahaan perseorangan adalah mudah didirikan tidak perlu mendapatkan
perizinan dari lembaga pemerintah untuk menjalankannya, modal memulai usaha
relative kecil biasanya berasal dari tabungan, pengelolaan fleksibel dan bebas,
kerahasiaan usaha terjamin karena tidak ada pihak luar.
Kelemahan
perusahaan perseorangan adalah pertanggungjawaban tidak terbatas jika
perusahaan memiliki utang maka yang berkewajiban membayar adalah tanggung jawab
pemilik perusahaan,modal terbatas, kualitas manajerial dan pejerjaan terbatas,
dan kelangsungan operasi
2.
Perusahaan
perkongsian (CV, Firma, dan Partnership)
Ciri
utama perusahaan perkongsian adalah ukurannya kecil dan relative dapat
dijalankan oleh pemiliknya, bukan merupakan badan hukum sehingga pertanggung
jawabannya hamper sama dengan perusahaan perseorangan. Perkongsian dibedakan
menjadi 2 bentuk yakni perkongsian umum dan perkongsian terbatas. Dimana
perkongsian umum adalah jenis usaha dimana setiap pemiliknya secara aktif turut
menjalankan kegiatan usahanya dan sepenuhnya bertanggung jawab kepada utang dan
tanggung jawab bersama. Sedangkan perkongsian terbatas adalah usaha milik
beberapa orang tetapi ada anggota aktif dan ada pula anggota pasif. Anggoota
aktif adlah yang menjalankan kegiatan usaha dan bertanggung jawab sepenuhya
pada utang perusahaan, sedangkan anggota pasif hanya sebatas penanam modal/
saham.
Kelebihan
perusahaan perkongsian adalah mudah didirikan, modal usaha relative kecil ,
pengelolaan usaha relative fleksibel dan bebas. Lebih unggul dalam hal
permodalan dibandingkan dengan perusahaan perseorangan karena banyak penanam
saham, lebih banyak keahlian yang diperoleh karena terdiri dari beberapa
individu, dan umur usaha lebih panjang dibandingkan dengan perusahaan
perseorangan.
Kelemahan
perusahaan perkongsian terletak pada, pertanggung jawaban tanpa batas, modal
terbatas, dan kelemahan utama perkongsian adalah sering terjadinya perselisihan
atau kesalahpaman diantara anggotanya.
3. Perusahaan perseroan terbatas (PT)
Perseroan
terbatas adalah suatu unit kegiatan usaha yang memiliki badan hukum yang
pendiriannya dilakukan melalui akta notaris dimana satu dokumen tersebut
dicantumkan tujuan pendirian, saham yang dikeluarkan, dan nama-nama pemimpin
yang akan menjalankan usaha. Pemegang saham pada PT dianggap sebagai pemilik
perusahaan, tetapi tidakikut campur dalam kegiatan usahanya.
PT
dapat digolongkan kedalam 2 jenis yakni PT tertutup dimana saham-sahamnya
dijual pribadi tanpa melalui perantara pasar modal, sedangkan PT terbuka dimana
saham-sahamnya dijual melalui perantara pasar modal.
PT
memiliki perbedaan dengan perusahaan lainnya diantaranya adalah pengelola
perusahaan tidak sama dengan pemilik perusahaan, adanya keterbatasan tanggung
jawab terhadap utang, adanya pemisahan antara harta perusahaan dan harta
pribadi , kepemilikan poada perseroan terbatas ditandai oleh kepemilikan surat
saham yang dapat dibeli dari perusahaan itu langsung atau dibeli dipasar modal.
Adapun
saham yang dikeluarkan oleh PT yakni saham (pemilik modal mendapat keuntungan
dari pembagian dividen diakhir periode) biasa dan saham preferen (pemilik modal
mendapat keuntungan dari pembagian dividen diawal periode). Pengelolaan
PT dilakukan dengan cara rapat umum pemegang saham setiap kali untuk
mengontrol kondisi perusahaan, dewan komisaris orang yang memiliki saham
terbesar dan menetapkan kebijakan perusahaan, serta menejemen perusahaan
dilakukan oleh pengurus perusahaan.
Kelebihan
PT adalah tanggung jawab terbatas, saham perusahaan mudah ditunaikan, lebih
mudah memperoleh modal, dan pengelolaan perusahaan lebih professional.
Kelemahan PT adalah badan usaha komplek, pendirian lebih sulit, peraturan yang
harus dipenuhi lebih banyak, dan sukar merahasiakan kegiatan usaha.
4. Badan usaha milik Negara (BUMN)
a. Perusahaan
jawatan atau perjan.
Perjan adalah perusahaan Negara yang dikelola
oleh departemen tertentu, dimana karyawannya merupakan PNS, tujuan perjan
adalah pelayanan terhadap masyarakat.
b. Perusahaan
umum atau perum.
Perum adalah perusahaan ,ilik Megara yang
memberikan layanan kepada masyarakat, tanpa adanya subsidi dari pemerintah
bahkan ndiharapkan mampu memberi sumbanagn pendapatan pad akas Negara.
c. Perusahaan
perseroan terbatas milik Negara
Saham perusahaan ini sebagian sahamnya milik
Negara dan sebagian lagi milik pihak swasta, umumnya dewan komisaris dipilih
oleh pemerintah sebagai pemegang saham terbesar.
5.
Koperasi
Koperasi
ialah suatu badan usaha yang tujuannya bukan sekedar untuk mencari keuntungan
tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya , dan koperasi
berbadan hukum.
Ciri-ciri
koperasi adalah paling sedikit anggotanya 20 orang kemudian melakuakan rapat
anggaran dasar untuk pertama kalinya setelah terjadi kesepakatan diajukan
pengesahannya kepada departemen koperasi dan akhirnya mendapatkan ijin usaha.
Sedang modal koperasi didapat dari dana yang diserahkan setiap anggotanya.
Operasi koperasi dibedakan menjadi 3 bentuk yakni, rapat anggota yang akan
menentukan pengurus dan anggota, pengurus yakni anggota yang mengelola kegiatan
koperasi sehari-hari, badan pemeriksa yakni pengawas perusahaan dan bertugas
membuat laporan keuangan yang akan diungkapka pada akhir tahun.
Kegiatan
uasaha koperasi tidak terbatas , bias dikelompokan menjadi 3 kelompok yakni,
koperasi yang menjadi produsen suatu barang seperti koprasi pengrajin batik,
koperasi konsumen yakni yang menyediakan kebutuhan sehari-hari ,dan yang
terakhir adlah koperasi yang merupakan badan keuangan yang melayani simpan
pinjam.
6. Organisasi nonprofit ( Nirlaba)
Nirlaba
adalah badan usaha yang bukan mencari keuntungan dan bias juga disebut
nengoverment organization (NGO). Umumnya bergerak dibidang pendidikan rumah
sakit dan pendidikan , biasanya organisasi ini dikelola dalam bentuk yayasan,
dan dikenakan pajak oleh pemerintah.
KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa dalam berbisnis harus bisa
menerima resiko apapun,dan dalam mengembangkan usaha harus mempunyai ide-ide
yang inovatif yang mendasari dalam dunia usaha atau bisnis agar bertujuan salah
satunya adalah untuk menarik perhatian pelanggan. Bahwa menjalankan suatu
bisnis itu tidak mudah kita harus memahami apa saja komponen-komponen yang ada
di dalam bisnis. Sehingga, kita tidak mengalami kerugian dari usaha yang di
jalankan. Dan lebih baik mulailah dengan usaha bisnis dari hal-hal yang
terkecil,seperti contohnya mengolah sampah atau mendaur ulang sampah tersebut
menjadi barang yang bernilai dan menjadikan sebuah usaha menghasilkan
keuntungan yang banyak,jika kita terus menekuni usaha yang dimilikinya.
Dan juga pada intinya Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba sebesar-besarnya. Demikian makalah yang dapat saya buat kurang lebihnya harap dimaklumi.
Dan juga pada intinya Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba sebesar-besarnya. Demikian makalah yang dapat saya buat kurang lebihnya harap dimaklumi.
DAFTAR PUSTAKA
•
Kismono, Gugup . Bisnis pengantar edisi pertama. penerbit BPFE. Yogyakarta
•
Laksmiwati, Mia . (2004) . Pengantar bisnis edisi 2. FE universitas
Budi Luhur.
•
Sukirno, Sadono. (2004). Pengantar
Bisnis. Prenada Media.







1 komentar:
Blognya sangat bermanfaat sekali
myblog
Posting Komentar